Saat menjalani sebuah bisnis, penipuan adalah hal yang sangat dihindari oleh para pelaku bisnis.Berdagang secara aman tentu saja menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi siapa saja yang terjun dalam bisnis seperti ini.

Tidak jauh berbeda dengan bisnis jual beli mobil, baik pembeli maupun penjual akan selalu berusaha untuk menghindari adanya penipuan.

Menjual mobil melibatkan jumlah uang yang tidak kecil baik secara transfer dan terutama tunai, sehingga anda harus selalu berhati-hati ketika menjual mobil. Terutama jika kamu tidak menjual mobil melalui pihak ketiga seperti diler mobil bekas.

Berikut tips-tips aman buat kamu yang ingin menjual mobil, semoga terhindar dari penipuan ya.

1. Profiling calon pembeli

Jika kamu menjual mobil dan akhirnya mendapatkan calon pembeli ada beberapa hal yang harus kamu ketahui. Lakukan profiling pembeli sebagai langkah aman saat menjual mobil.

Profiling berarti mencari tahu benar siapa calon pembeli ini. Pada awalnya komunikasi akan dimulai melalui telepon. Dari sinilah kamu harus benar-benar mencoba mencari tahu siapa calon pembeli tersebut.

Tanyakan secara lengkap detail dirinya, apa yang diinginkan oleh calon pembeli, mobil seperti apa, cari tahu kebutuhan mereka.

Dari sini kamu bisa tahu apakah orang tersebut benar-benar serius ingin melakukan pembelian atau tidak. Karena pada dasarnya ketika kamu berhubungan dengan seseorang yang tidak kamu kenal, kamu harus menanyakan banyak hal, agar kamu bisa ‘mengenal’ bagaimana dan seperti apa mereka.

Jika terdengar mencurigakan dan terlihat tidak paham apa yang mereka sedang bicarakan, lebih baik langsung akhiri sambungan dan mulailah mencari calon pembeli potensial lainnya.

2. Selalu ajak orang lain untuk bertemu pembeli

Sangat masuk akal jika kamu membawa seseorang untuk bertemu dengan orang baru.

Sebagai orang yang masih belum kenal satu sama lain, bawalah seseorang bersama kamu ketika akan berjumpa dengan calon pembeli. Ajak saudara, orang tua atau bahkan teman untuk menemani kamu selama pertemuan tersebut.

Jika memang tidak ada yang bisa diajak saat itu juga, setidaknya beritahukan kepada orang terdekat kamu mengenai keberadaan dan lokasi pertemuan.

Bawa juga ponsel kamu untuk berjaga-jaga, kamu tidak akan pernah tahu orang seperti apa yang akan kamu temui. Sehingga membawa ponsel berarti kamu bisa menghubungi dan meminta pertolongan melalui ponsel.

3. Bertemulah di tempat ramai

Untuk lebih amannya lagi, aturlah pertemuan antara kamu dan calon pembeli di tempat yang ramai di mana ada banyak orang berlalu lintas.

Kamu akan bisa meminta tolong dengan cepat ketika ada banyak orang di lokasi pertemuan dan memberikan kamu keamanan lebih.

Hal ini juga berlaku ketika tidak ada yang menemani kamu saat proses pertemuan tersebut.

Buat pulalah kode pada ponsel, sehingga saat kamu menekan tombol panggilan orang yang kamu berikan kode sudah mengetahui apa yang harus dilakukan olehnya.

Tingginya tingkat ketidakamanan pada saat penjualan mobil harus membuat kamu ekstra hati-hati carmudian. Kamu tidak bisa menebak orang seperti sekarang ini hanya dengan tampilan luarnya saja. Ekstra hati-hati memberikan kamu ekstra proteksi.

3. Mintalah identitas si pembeli

Cara ini kamu bisa lakukan saat akan test-drive. Test drive adalah hak calon para pembeli.

Mereka berhak tahu apakah mereka akan merasa nyaman mengendarai kendaraan kamu atau tidak. Tetapi sebelum test-drive di mulai mintalah terlebih dahulu KTP dan SIM si calon pembeli untuk kamu fotokopi dan simpan.

Jika mereka adalah calon pembeli potensial mereka tidak akan keberatan dengan hal tersebut.

Fotokopi ini bisa menjadi bukti bahwa orang tersebut memakai kendaraan kamu untuk test-drive, dari sana kamu bisa mendapatkan alamat lengkap si calon pembeli, nama lengkap dan informasi lainnya yang bisa kamu kumpulkan dari dokumen tersebut.

4. Hati-hati dengan reseller

Ada banyak sekali orang yang ingin membeli mobil untuk kemudian dijual kembali.

Mungkin memang tidak mudah untuk mengenali para reseller ini. Tetapi kamu bisa melakukan langkah pencegahan dari awal. Karena penjualan mobil biasanya diawali dari komunikasi melalui ponsel.

Lakukanlah langkah awal yang telah disebutkan, yaitu profiling. Biasanya para reseller ini ingin langsung mengetahui harga terendah yang kamu berikan pada saat menjual mobil.

Jika pertanyaan harga ini menurut anda mencurigakan segera tutup telepon karena ada kemungkinan bahwa orang tersebut adalah reseller mobil kamu.

Sebagai pemilik mobil tentunya kamu tidak ingin mobil kesayanganmu dijual kepada orang lain dengan cara yang salah, bukan? Selain itu para reseller ini akan terlihat terburu-buru, sedangkan pembeli potensial pasti akan membutuhkan informasi yang lebih banyak dari sekedar pertanyaan reseller.

Pembeli potensial cenderung akan menanyakan mengenai tahun mobil, jenis mobil, jarak tempuh, ban mobil, interior bahkan hal-hal detail yang mungkin kamu tidak terpikirkan.

5. Gunakan dokumen resmi

Untuk lebih aman lagi, gunakanlah dokumen resmi ketika akan bertransaksi. Dokumen ini menjadi sesuatu yang amat sangat penting karena menjadi bukti utama bahwa transaksi jual beli yang kamu dan pembeli lakukan adalah legal.

Taruhlah nama lengkap dan identitas diri kamu dan pembeli di dalam dokumen, berikan pula materai yang legal dari pemerintah dan bubuhkan tanda tangan kedua belah pihak.

Buatlah 2 copy dokumen tersebut untuk kamu pegang dan juga si pembeli. Dari sini kedua belah pihak terlihat serius dalam melakukan proses jual beli, sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di masa yang akan datang.

6. Negosiasi

Proses negosiasi juga harus dilakukan dengan hati-hati dan cermat. Jika calon pembeli meminta kamu untuk berpindah lokasi untuk melakukan negosiasi, ada baiknya kamu tolak dahulu.

Mintalah kepada calon pembeli untuk melakukan negosiasi di tempat yang menurut kamu aman.

Selain itu ada banyak sekali calon pembeli yang memiliki request yang terdengar aneh.

Jika terjadi hal seperti ini lebih baik kamu meminta kepada calon pembeli untuk memikirkan kembali dan mintalah mereka untuk menghubungi kamu apabila sudah mendapatkan harga yang cocok untuk diperbincangkan.

Melalui hal ini kamu dapat melihat keseriusan calon pembeli apakah mereka akan deal atau tidak.

Setelah mobil kamu resmi terjual, segeralah urus dokumen-dokumen penting yang menandakan bahwa kamu telah menjual mobil kepada pihak kedua, agar jika terjadi apa-apa kamu tidak lagi bertanggung jawab akan mobil tersebut.

Keamanan adalah hal yang sangat penting ketika menjual mobil.

Selalu ikuti langkah-langkah aman saat menjual mobil di atas agar kamu jauh dari penipuan dan dapat menjual mobil kamu dengan baik.

Langkah-langkah di atas akan bisa kamu praktikkan dengan baik kalau kamu benar-benar ingin berhati-hati. Anda yang ingin menjual mobil, ayo ikuti tips-tips aman di atas terutama ketika kamu menjual mobilmu secara pribadi.

Mulailah langkah yang tepat untuk hasil yang tepat pula.